Jumat, 31 Oktober 2014

KEGIATAN PEMBELAJARAN DI BENGKEL PEMESINAN


                       KEGIATAN PEMBELAJARAN DI BENGKEL PEMESINAN ini bertujuan agar para pembaca tahu dan mengerti bagaimana mengoperasikan mesin bubut,persiapan sebelum membubut dan keamanan dalam praktik.Dan kegiatan yang saya lakukan saat sedang praktik membubut di bengkel pemesinan SMK NEGERI 1 PURWOREJO yang dimana pembelajaran tersebut saya lakukan bersama temen-teman setiap hari jumat.Yang dimana basik yang kami kuasai sebenarnya adalah teknik mengelas.Namun karna kami juga diajarkan PDTM pada kelas 10 dan dikelas 12 inilah kami praktik lang sung mengoperasikan mesin bubut.dan inilah langkah yang dilakukan:

MEMPERSIAPKAN PEKERJAAN

a.      Tujuan Kegiatan Pembelajaran
1)      Menyiapkan peralatan
2)      Menyetel peralatan
3)      Menggunakan peralatan sesuai prosedur.

b.      Uraian Materi
1)      Menyiapkan Peralatan
Peralatan yang disiapkan untuk bekerja dengan menggunakan mesin bubut adalah
a)      Mesin bubut
b)      Perlengkapan pencekam benda kerja,
c)      Perlengkapan pencekam alat–alat potong,
d)     Alat-alat potong
e)      Alat-alat ukur dan pemeriksa benda kerja, serta
f)       Peralatan bantu lainnya yang diperlukan

2)      Menyetel Peralatan
a)   Cekam bubut
Cekam bubut rahang tiga memusat serempak :
F  Bila benda kerja tanpa disangga senter :
@ Cekam benda kerja dengan tekanan ringan.
@ Putar sumbu utama.
@ Perhatikan kesentrisan putaran benda kerja.
@ Bila putaran benda kerja sudah sentris, kuatkan pencekaman benda kerja.
@ Bila putaran benda kerja sudah sentris, kendorkan pencekaman, putar- putar benda kerja, cari penjepitan benda kerja yang lebih bagus.
@ Kuatkan pencekaman benda kerja dan putar kembali sumbu utama.
@ Perhatikan kembali kesentrisan putaran benda kerja
@ Begitu seterusnya sampai putaran benda kerja benar-benar sentris.
       F   Bila benda kerja disangga senter :
@ Sanggah bagian benda kerja yang sudah diberi lubang senter dengan senter pada kepala lepas, bagian yang lainnya dicekam pada cekam bubut dengan tekanan ringan.
@ Dorong senter kepala lepas dengan cara memutar roda tangan kepala lepas, hingga benda kerja terdorong beberapa milimeter kedalam cekam bubut.
@ Cekam kuat benda kerja.
@ Dorong lagi senter kepala lepas pastikan benar-benar benda kerja tak bergeser lagi.

b)     Piring pembawa dan pembawa
1.    Kedua ujung benda kerja harus terlebih dulu  diberi lubang senter, yang dibuat menggunakan bor senter hingga terbentuk lubang tirus 60 0.
2.    Pembawa dipasangkan pada salah satu ujung benda kerja yang tidak dikerjakan.
3.    Kemudian sangga benda kerja tersebut dengan kedua senter, bagian yang terpasang pembawa disangg oleh senter piring pembawa dan ujung satunya lagi pada senter kepala lepas.

c)      Macam-macam alat potong
(1)   Pahat bubut
Penyetelan ujung mata sayat semua pahat yang akan digunakan yakni setinggi sumbu utama mesin bubut atau setinggi senter kepala lepas.
(2)   Mata bor
-          Mata bor dengan tangkai silindris dipasang pada cekam bor untuk mesin bubut.
-          Mata bor dengan tangkai tirus dipasang langsung pada bumbung kepala lepas.

3)      Menggunakan peralatan sesuai prosedur
Penggunaan peralatan harus disesuaikan dengan :
a)      Petunjuk penggunaan alat yang dikeluarkan pabrik pembuat
b)      Kondisi dan kebutuhan pekerjaan
c)      Lama waktu bekerja


c. Rangkuman
Semua peralatan disiapkan sesuai dengan kebutuhan atau berdasarkan langkah kerja dari gambar kerja yang akan dilaksanakan.
Selain,macam dan jumlah alat yang akan digunakan, juga dalam penggunaan alat-alat tersebut harus sesuai dengan prosedur penggunaan masing-masing alat.




PENGOPERASIAN MESIN BUBUT


a.      Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Siswa dapat menghitung  :
1)  Kecepatan putaran mesin
2)  Kecepatan potong
3)  Kecepatan Pemakanan
4)  Menyetel kecepatan putar, potong, dan kecepatan pemakanan  pada mesin.
5)  Identifikasi peralatan cekam dan alat bantu pembubutan.
6)  Penggunaan alat cekam, dan alat bantu pembubutan.

b.      Uraian Materi
1)      Kecepatan Putaran Mesin
Faktor penentu untuk penghitungan kecepatan putaran mesin ialah :
a)     Kecepatan Potong (Vc) bahan yang akan dibubut.
b)     Diameter bahan yang akan dibubut (d)

Kecepatan putaran mesin (n) adalah kecepatan potong Bahan (Vc) dibagi dengan keliling bahan tersebut.

n=Vc/  p d


         Menyetel kecepatan putar, potong, dan kecepatan pemakanan  pada mesin.
a) Menyetel kecepatan putar.
Penyetelan tuas-tuas pengatur kecepatan putaran mesin sangat spesifik pada tiap merek atau pun tipe mesin bubut yang akan digunakan. Contoh, pada mesin bubut Colchester tipe Bantam akan disetel pada putan mesin (sumbu utama/spindel) hasil perhitungan 557,6 put/men.
Cara penyetelan :
(1)    Cari pada Tabel Kecepatan Putaran Mesin angka yang mendekati 557,6 yaitu 510 ; lalu perhatikan gambar tuas-tuas di atas dan di bawah angka itu.
(2)   Setel tuas di atas mesin yang sebelah kiri ke kiri dan yang sebelah kanan ke kanan ( caranya : tekan tuas ke bawah lalu diarahkan pemegangnya ke kiri atau ke kanan ).
(3)   Setel tuas kecepatan putaran mesin yang ada di bagian depan mesin ke kanan (Caranya : tekan tuas ke depan dan geser pemegangnya ke kanan ).





 5)      Peralatan cekam dan alat bantu pembubutan
Pada pembubutan diperlukan peralatan cekam dan peralatan bantu lainnya yang fungsinya dapat menunjang pada proses permesinannya.

Misalnya, akan membesarkan lubang pada mesin bubut. Prosesnya, alat potong masuk dari ujung benda kerja, maka alat cekam yang cocok dapat digunakan cekam bubut rahang tiga.

Demikian juga, untuk mengebor, merimer, ataupun memotong benda kerja, cocok menggunakan cekam bubut rahang tiga, Untuk proses pengulir, selain diperlukan cekam bubut, jika bagian yang akan diulir cukup panjang atau diperkirakan akan melinting saat diulir, perlu didukung dengan senter jalan pada ujung benda kerja tersebut.

6)      Penggunaan alat cekam, dan alat bantu pembubutan
a)        Penggunaan cekam bubut
Cara pemasangan pada mesin :
(1)     Lihat pada sumbu utama mesin (spindel) dengan kunci leher arahkan garis pada pen pengunci segaris dengan garis yang ada pada rumahnya. Lakukan hal yang sama pada pen-pen yang lainnya
(2)     Ambil cekam bubut, masukkan bagian pen yang menempel dibelakang cekam tersebut, kedalam lubang pen yang ada pada sumbu utama.
(3)     Kunci pen pengunci dengan cara memutarnya hingga garis tidak lagi segaris dengan garis yang ada pada rumahnya lalukan untuk semua pen.

 a)         Penggunaan senter putar kepala lepas
Cara pemasangan pada mesin :
(1)          Ambil senter putar/senter jalan dengan ukuran ketirusan batangnya sama dengan ketirusan lubang barrel kepala lepas ;
(2)          Masukkan batang senter tersebut ke dalam lubang barrel, lalu ditekan
(3)          Periksa dengan diputar bahwa ujung senter saja yang berputar sedangkan batang senter tersebut tidak.




Cara membubut dalam :
a)        Cekam benda kerja secara benar.
b)        Lakukan pemboran pendahuluan bila benda kerja masih pejal/belum berlubang atau bila lubang yang ada masih lebih kecil dari kepala pahat dalam.
c)        Setel panjang tangkai pahat sedikit lebih panjang dari panjang pembubutan. Jika karena panjangnya tangkai pahat diperkirakan posisinya akan melenting saat mebubut, ujung pahat disetel -/+ 0,01 di atas sumbu.
d)       Lakukan proses pembubutan. Pada panjang pembubutan -/+ 3 mm, hentikan mesin, dan periksa diameter pada tahap itu. Bila diameter lebih kecil dari yang diinginkan, berarti terjadi pelentingan alat potong. Ulangi proses pembubutan berikutnya dengan kecepatan dan kedalaman sayat yang lebih kecil.
e)        Gunakan kait kawat atau kayu untuk membuang tatal yang mungkin menggulung saat proses pembubutan berlangsung.

 Kegiatan di bengkel pemesinan ini saya tampilkan juga foto kegiatan praktik pada waktu pembelajaran.



ini ksaat sedang membubut tirus yang dilakukan teman saya


ini saat sedang membubut dengan mesin bubut yang masih sedang 



dan ini gambar saat mau melakukan pembubutan

Dan ini video saat kegiatan pembelajaran di bengkel mesin yang sudah jelas 
yang membubut itu saya.selamat menonton: